Monday, March 24, 2014

Sistem Multimedia (Pert.3)

Text dan Hypertext

        Hypertext adalah text yang berhubungan dengan dokumen lain atau teks yang nge-link ke informasi lain. Pada link dalam dokumen hypertext apabila di klik, maka dapat dengan cepat menuju/ melompat ke konten yang berbeda. Walaupun hypertext biasanya berkaitan dengan halaman Web, tetapi teknologi sudah ada sejak tahun 1960-an. Software program yang mencakup ensiklopedia dan kamus telah lama dalam definisi mereka istilah hypertext telah digunakan mereka dan mempunyai arti pembaca dapat dengan cepat mengetahui lebih lanjut tentang topik atau kata-kata tertentu. Web merupakan hypertext karena hampir di setiap halaman termasuk link ke halaman lain dan teks dan gambar dapat digunakan sebagai link ke konten yang lain.
        Text adalah suatu text yang memberikan suatu informasi dan tidak menggunakan proses formatting text khusus yang biasanya menjelaskan bagaimana suatu program berjalan, lalu memberi bimbingan pada user dalam menjalankan suatu navigasi tertentu.
       Hyperlink adalah sebuah acuan dalam dokumen hiperteks(hypertext) ke dokumen yang lain atau sumber lain. Seperti halnya suatu kutipan di dalam literatur. Dikombinasikan dengan sebuah jaringan data dan sesuai dengan protokol akses, sebuah komputer dapat diminta untuk memperoleh sumber yang direferensikan.
Ada beberapa cara untuk menampilkan pranala pada halaman web. Sebuah embedded link (yang tersimpan) adalah salah satu dari beberapa cara yang biasa digunakan: satu atau lebih dari kata-kata yang menggunakan tipe/gaya teks khusus. Hyperlink adalah sebuah fungsi khusus untuk menghubungkan setiap masing-masing halaman website anda satu sama lainnya atau ke website yang lain, jadi jika pengunjung website anda sedang mengeklik suatu kata atau gambar yang mengandung hyperlink, maka ia akan diarahkan untuk menuju ke alamat URL yang ada di dalam hyperlink tersebut. Link yang merupakan singkatan dari “hyperlink” adalah sebuah fungsi dalam HTML yang digunakan untuk memudahkan user untuk menelusuri seluruh isi atau informasi yang tersimpan dalam website bersangkutan. Link juga berguna untuk menghubungkan antar dokumen HTML. Dalam HTML, sebuah objek teks yang berupa link akan ditampilkan dengan font berwarna birustyle underline (bergaris bawah). Jika cursor mouse didekatkan pada objek yang berupa link, maka cursor akan berubah menjadi gambar tangan yang menunjuk pada link tersebut, kemudian jika sebuah link sudah pernah diakses atau dikunjungi, maka warna dari teks / objek link tersebut akan berubah menjadi ungu. dengan Di dalam situs web biasanya anda akan melihat teks yang warnanya berbeda, bergaris bawah atau berada dalam kotak (tombol). Inilah yang disebut hyperlink atau link.Jika bagian ini diklik, anda akan dibawa ke halaman web lainnya. Kita akan mengetahui bahwa teks tersebut aktif (link) karena jika melewatkan pointermouse di atasnya, pointer itu berubah menjadi pointing finger.

Teknologi Text
1. Didasarkan pada pembuatan huruf, angka dan special
karakter.
2.Text element dapat dikategorikan dalam :
– Karakter Alphabet : A - Z
– Angka : 0 - 9
– Karakter Special : Punctuation [. , ; ‘ …] , Tanda atau Simbol [* &
^ % $ £ ! /\ ~ # @ .…]
– Juga dikenal sebagai Character Sets
3.Termasuk juga spesial icon atau simbol gambar, simbol
matematika, huruf Yunani dll.
Bina Nusantara
Typeface, Font dan Point
4.Typefaces
– Representasi grafik dari alfabet, angka dan spesial karakter
– Biasanya beragam tergantung ukuran dan style
5.Fonts
– Ukuran tertentu suatu typeface
– Ragam ditentukan dengan ukuran dan style
– Ukuran diukur dalam point
6.Satu point adalah 1/72” atau 0.0138 inc”
– Ukuran diukur dari ujung atas huruf kapital (misalnya : ‘A’ atau ‘P’) ke ujung bawah dari descenders (misalnya : ‘y’, ‘p’, ‘q)

Efek Font
• Beberapa efek yang berguna untuk menarik perhatian
pembaca pada suatu content :
– Case: UPPER dan lower letter
– Bold, Italic, Underline, superscript atau subscript
– Embossed atau Shadow
– Colours

Tracking, Kerning dan Leading

Ascender : garis di atas rata-rata untuk lower case karakter
Descender : garis di bawah rata-rata untuk lower case karakter
Leading : spasi antar baris
Tracking : spasi antar karakter
Kerning : spasi antara sepasang karakter, biasanya sebagai overlap untuk memperbaiki tampilan

Working With Text
1.Text dalam jumlah besar
– Pertimbangkan alternatif lain - animasi, video,
narasi.
– Tampilkan preview dan mungkinkan user
untuk mendapatkan lebih
2.Hyper linking
3.Pop-up messages, scroll bars, drop-down menus

Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Text
• Keuntungan
– Relative murah dalam produksi
– Mempresentasikan ide secara efektif
– Menjelaskan media lain
– Menjaga kerahasiaan / privacy
– Mudah dirubah dan diperbaharui
• Kerugian
– Mudah dilupakan daripada media visual yang lain
– Membutuhkan perhatian lebih dari user daripada media lain
– Tidak teratur

Definisi
• Nodes + Links = Hyperdocument
– Konten Informasi
• Hypertext system
– Piranti Lunak (Software) yang digunakan untuk
membaca dan menulis hyperdocument
• Hypertext
– Sistem hypertext yang berisi sebuah hyperdocument

Navigasi Hypertext
• Lost in hyperspace
– Sebuah node yang menarik mungkin susah untuk
ditemukan lagi di masa datang
• Bookmarks
– Ketika browsing, user dapat menjadi bingung tentang
posisi
• Tidak ada petunjuk arah dalam hyperspace
• Tampilan Fish-eye
– Menampilkan hanya bagian tertentu dari sebuah hyperdocument
secara detil
• Tampilan Birds-eye
– Peta yang detil

– Mungkin terlalu besar untuk ditampilkan secara keseluruhan sekaligus

Sunday, March 23, 2014

Kisah Dynasty Warrior (Part.4)

Diao Chan, Sang Penggoda
                                            
       Diaochan , kadang ditulis sebagai Diao Chan Dikatakan kecantikan Diao Chan dapat membuat awan-awan menutupi bulan purnama. Maksudnya kecantikan Di¨¡o Ch¨¢n menutupi kecantikan bulan purnama.
Diao Chan adalah pelayan Wang Yun yang telah dianggap seperti anak kandung sendiri. Wang Yun lalu memakai siasat wanita cantik dengan persetujuan Diao Chan sendiri untuk memecah belah Dong Zhuo yang saat itu berkuasa sewenang-wenang dengan Lu Bu, panglima andalan sekaligus anak angkat Dong Zhuo snediri. Secara lengkap, kisah Diao Chan diceritakan dalam San Guo Yan Yi.
Nama Diao Chan sendiri tidak tercatat di dalam sejarah tertulis dan sangat mungkin merupakan cerita rakyat yang dibakukan dalam novel San Guo Yan Yi hasil karya Luo Guanzhong. Dalam sejarah tertulis memang tercatat bahwa Lu Bu memiliki hubungan perselingkuhan dengan pelayan Dong Zhuo, namun tidak ada bukti bahwa nama pelayan itu Diao Chan. Bahkan sangat mungkin tidak, karena nama Diao tidak umum dipakai sebagai nama keluarga. Lagipula "Diao Chan" mungkin merujuk ke bulu ekor "Diao" / sable (sejenis musang yang bulunya sering dijadikan perlengkapan pakaian) dan dekorasi giok berbentuk "Chan" / cicada (jengkerik / tenggerek) yang merupakan hiasan topi pejabat era Han.
Catatan mengenai Diaochan hanya terdapat di dalam novel Kisah Tiga Negara. Tidak adanya ditemukan catatan mengenai Diaochan di dalam buku sejarah resmi, menyebabkan sejarahwan tetap menganggap Diaochan sebagai tokoh fiksi ciptaan Luo Guanzhong, sang penulis novel tersebut.

He Jin (Pemimpin pembasmi Sanggul Kuning)

       He Jin (135 – 189) was the elder half-brother of Empress He, consort to Emperor Ling of the late Eastern Han Dynasty in China. He shared power with his sister as regents in 189, following the death of Emperor Ling. In the ensuing struggle with the influential eunuch faction for power, He Jin was assassinated. His death allowed Dong Zhuo to seize military control over the capital Luoyang and take control of the imperial court. The subsequent breakdown of a central command brought forth the beginning of massive civil wars which led to the formation of the era known as the Three Kingdoms.

Cao Wei (Kerajaan Wei)

Cao Cao (Raja perang, mempersatukan utara Tiongkok)
                 
       Cao Cao (155-220) merupakan seorang tokoh Zaman Tiga Negara yang terkenal. Ia dikenal sebagai pemikir ulung, ahli strategi dan juga ahli perang. Ia bernama lengkap Cao Mengde, juga dipanggil sebagai Cao A Man yang merupakan nama kecilnya. Cao Cao dikenal di kalangan.Tionghoa Indonesia sebagai Tsao-tsao, Tso-tso atau Cho Cho.
Ia lahir di kota Qiao (sekarang di wilayah provinsi Anhui). Karir politiknya dimulai dengan ikut memadamkan Pemberontakan Serban Kuning yang mengancam legitimasi Dinasti Han di masa-masa akhir dinasti tersebut. Setelah berhasil memadamkan pemberontakan tersebut, ia diberikan jabatan dan kemudian mengambil kesempatan tersebut untuk menguasai Prefektur Qingzhou. Ia kemudian memperkuat diri sendiri dengan membujuk bekas anggota pemberontak Serban Kuning untuk bergabung di dalam tentara pribadinya.
Tahun 196, ia menerima dan memberikan perlindungan kepada Kaisar Han Xiandi yang pada saat itu mendapat ancaman. Namun kemudian malah menyandera kaisar dan meminjam kesempatan ini untuk menaklukkan beberapa jenderal perang di sekitar wilayah Xuchang yang merupakan pusat kekuatannya.
Kemenangan terbesarnya adalah Pertempuran Guandu menaklukkan Yuan Shao yang pada saat itu merupakan jenderal perang terbesar di wilayah utara Tiongkok. Setelah penaklukan itu, ia resmi menjadi perdana menteri dan berhasil mempersatukan Tiongkok utara.
Setelah menggapai kedudukan sebagai perdana menteri, Cao Cao kemudian menyusun kekuatan untuk invasi ke Tiongkok selatan yang waktu itu dikuasai oleh Liu Bei dan Sun Quan. Pertempuran Chibi adalah pertempuran di antara Cao Cao melawan aliansi Liu Bei dan Sun Quan. Cao Cao kalah telak dalam peperangan terkenal sepanjang sejarah Tiongkok ini.
Ia memaklumatkan diri sebagai Raja Wei. Sepeninggalnya, anaknya Cao Pi kemudian memaklumatkan diri sebagai Kaisar Wei dan sekaligus berdirinya negara Cao Wei. Selanjutnya, Cao Cao diangkat statusnya menjadi Kaisar Wei Wudi.


Sima Yi (Penasehat Militer)
                                                                                                        
       Sima Yi (179 - 251) bernama lengkap Sima Zhongda adalah seorang penasehat militer terkenal negara Cao Wei di Zaman Tiga Negara. Ia lahir di He Nei (sekarang kabupaten Wen, Henan).Dia mengabdi kepada Wei dalam 3 generasi berturut turut. Setelah cucunya, Sima Yan merebut kekuasaan dari kaisar Wei, Cao Huan, ia kemudian digelari menjadi kaisar Xuandi oleh sang cucu.

Guo Jia (Penasehat militer, mati muda)

       Guo Jia (Hanzi: 170 - 207), bernama lengkap Guo Fengxiao , adalah salah satu ahli strategi Cao Cao pada Zaman Tiga Negara. Pada awalnya ia mengabdi kepada Yuan Shao. Ia kemudian menjadi penasehat Cao Cao setelah direkomendasikan oleh Xun Yu. Selama 11 tahun membantu Cao Cao, kecerdasannya sangat berperan dalam menaklukkan Lu Bu, Yuan Shao, dan pemimpin suku Wuhuan yaitu Ta Dun. Guo Jia adalah salah satu ahli strategi favorit Cao Cao yang paling dipercaya
.
Kisah (Novel)

       Semasa bekerja pada Cao Cao, Guo Jia memiliki pengaruh yang besar dalam memberikan advis. Saat Liu Bei meminta suaka, dia membujuk Cao Cao untuk menerimanya agar menghindari ketidak puasan masyarakat umum. Ia juga meyakinkan Cao Cao bahwa Yuan Shao tidak perlu ditakuti. Sesuai dengan perkataan Guo Jia, Cao Cao akhirnya dapat menaklukkan Yuan Shao. Guo Jia juga yang menekankan pentingnya menuntaskan penaklukan putra-putra Yuan Shao yang lari ke utara. Dia berkata "Walaupun ketenaran Yang Mulia terdengar di seluruh negeri, tetapi bangsa di padang pasir utara tidak takut pada kita karena mengandalkan kesulitan medan di wilayahnya. Saat ini mereka belum siap bertahan melawan kita. Maka saran saya adalah kita serang dan kita pasti menguasai mereka. Selain itu Yuan Shao baik terhadap bangsa itu, belum lagi kedua putranya. Mereka harus dihancurkan sebelum menyulitkan kita."
Lanjutnya, "Masalah Liu Biao akan menyerang, itu cuma isu belaka. Liu Bei tidak sanggup mengemban tanggung jawab besar walaupun cocok dengan yang kecil. Anda bisa meninggalkan ibukota dengan rasa aman, tidak akan terjadi apa-apa." Guo Jia setia membimbing Cao Cao sampai akhir hayatnya;ia meninggal pada usia yang muda, 37 tahun. Cao Cao sangat terpukul atas kejadian ini.

Kutipan
 
       "Jika Fengxiao masih hidup, dia pasti dapat menghindarkan saya dari kehancuran seperti saat ini." - Cao Cao, saat pasukannya diluluh lantakkan pada Pertempuran Chibi.

"Perhatikan kategori ini: kewajiban, kesetiaan, pemerintahan, toleransi, strategi, kebajikan moral, kedermawanan, penilaian, hukum dan ilmu perang. Itu semua adalah 10 titik lemah Yuan Shao yang akan membawa kehancurannya. Yang Mulia, Anda unggul di setiap kategori tadi, ini adalah 10 kunci kemenangan Anda." - Guo Jia terhadap Cao Cao saat Cao Cao bimbang akan kekuatan Yuan Shao.

 Xun Yu (Penasehat militer)

      
Xun Yu merupakan salah satu penasehat Utama Cao Cao selama periode Tiga Negara dimasa Tiongkok Kuno. Xun Yu berasal dari Yinghang, propinsi Yingchuan. Xun Yu awalnya mengabdi pada Yuan Shao, namun melihat Yuan Shao adalah orang yang tidak dapat menyelesaikan tugas besar, dia meninggalkannya dan mengabdi kepada Cao Cao bersama dengan keponakannya Xun You.
Semasa Kaisar Huan Di dari Han, dia cukup populer. Dia juga dianggap sebagai orang yang memiliki kemampuan yang luar biasa. Cao Cao menghargainya dengan menyebutnya "Zifangku". Zifang, adalah nama panggilan Zhang Liang yang merupakan orang yang membantu Liu Bang mendirikan dinasti Han.

Xun Yu bertanggungjawab atas sekian banyak nasehat berharga yang diberikannya kepada Cao Cao. Dia menasehati Cao Cao untuk menjadikan kaisar yang ada pada saat itu menjadi kaisar boneka sehingga Cao Cao mempunyai keuntungan politis terhadap panglima perang lainnya. Dia juga memberikan nasehat kepada Cao Cao selama perang Guandu, yang pada akhirnya menuntun pada kekalahan Yuan Shao. Sebagai contoh, saat Cao Cao menyadari persediaan makanannya hampir habis, Xun Yu menasehatinya menggunakan "taktik tak terduga karena perubahan besar sedang menanti". Nasehat ini mengakibatkan Cao Cao melancarkan serangan diam-diam ke garnisun Yuan Shao. Kejadian ini mengakibatkan pemenggalan jenderal Yuan Shao, Chunyu Qiong dan penyerahan Xu You kepada Cao Cao. Semua ini terjadi sesuai dengan prediksi Xun Yu.

Xun Yu kehabisan waktu pada saat ia jatuh sakit saat pembentukan Kerajaan Wei. Di tahun ke-17 Jian'an (212) Cao Cao ingin menjadi bangsawan Wei, Xun Yu menentangnya. Kejadian ini menyinggung perasaan Cao Cao. Cao Cao menganggap Xun Yu sudah tidak ingin membantunya lagi. Suatu hari saat Cao-Cao berperang dengan Sun Quan, Xun Yu jatuh sakit dan tinggal dirumah. Cao Cao kemudian mengirimkan sebuah "hadiah", saat Xun Yu membuka kotak tersebut, ia menemukan bahwa kotak tersebut kosong. Sang penasehat yang cerdas menangkap maksud yang tersembunyi dari pengiriman kotak tersebut, ia kemudian minum racun dan mati. Xun Yu berumumr 51 tahun pada saat kematiannya. Cao Cao kemudian menjadi bangsawan Wei di tahun berikutnya (Catatan: keponakan Xun Yu, Xun You, mati dengan cara yang sama). Dia dilanjutkan oleh anaknya Xun Han yang meninggal pada usia 30 tahun

Saturday, March 22, 2014

Kisah Dynasty Warrior (Part.3)

Yuan Shao (bangsawan dari utara kemudian dikalahkan Cao Cao)
                                      
       Yuan Shao, bernama lengkap Yuan Benchu (154 – 202) adalah salah seorang penguasa daerah utama yang menguasai daerah utara Tiongkok pada Zaman Tiga Negara. Ia juga kakak sepupu (sumber lain:saudara tiri) dari Yuan Shu, penguasa daerah sekitar sungai Huai.
Sebagai salah satu penguasa terkuat di zamannya, Yuan Shao merintis koalisi penguasa daerah melawan Dong Zhuo yang menguasai istana dan berkuasa atas kaisar Xian. Pada tahun 200, ia memimpin ekspedisi melawan Cao Cao tetapi kalah telak pada Pertempuran Guandu. Ia meninggal 2 tahun kemudian di kota Ye.


Kisah (Novel)

      Terlahir di keluarga ningrat, Yuan Shao adalah putra dari mantan Menteri Interior Yuan Feng dan keponakan dari Menteri Yuan Wei. Walaupun ia membantu Dong Zhuo dalam membantai sida-sida, Yuan Shao menentang Dong Zhuo mengganti kaisar Bian. Akhirnya ia mendirikan koalisi melawan Dong Zhuo dan terpilih menjadi Komandan Utama. Mereka berhasil menguasai Luoyang tetapi gagal menumpas Dong Zhuo.
Ketika perpecahan terjadi pada koalisi, Yuan Shao mulai melakukan penaklukkan daerah utara. Awalnya ia banyak meminjam suplai makanan dari Jizhou, daerah yang kaya tetapi lemah dalam pertahanan. Mengikuti saran Feng Ji, Yuan Shao meminta bantuan dari Gongsun Zan untuk menyerang Jizhou. Ketika Han Fu, sang penguasa Jizhou menyerah, Yuan Shao memimpin dan merekrut banyak talenta dari distrik tersebut. Janji Yuan Shao untuk berbagi daerah dengan Gongsun Zan tidak ditepati sehingga Gongsun Zan berupaya menyerang Yuan Shao. Gongsun Zan gagal dalam upayanya dan akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri. Saat ini Yuan Shao berhasil menguasai hampir seluruh daerah utara seperti Youzhou, Qingzhou, dan Bingzhou. Banyak kesuksesan Yuan Shao ditunjang oleh pemikiran Tian Feng dan Ju Shou; ini mengakibatkan kecemburuan dari penasehat yang lain seperti Guo Tu dan Feng Ji.
Kekuatan politik Cao Cao di istana meresahkan Yuan Shao. Suatu ketika, Yuan Shao memiliki kesempatan untuk menghancurkan Cao Cao saat Cao Cao sedang sibuk bertikai dengan Lu Bu,Liu Bei,Yuan Shu dan Zhang Xiu. Kesempatan itu dilewatkannya karena putra bungsunya sakit. Pada saat ia memutuskan untuk menyerang, Cao Cao telah membangun kekuatan dan siap untuk bertempur. Yuan Shao meminta bantuan para penasehatnya, tetapi tidak terdapat kata sepakat di antara mereka. Walaupun Tian Feng dan Ju Shou telah memberi analisa yang brilian, tetapi Yuan Shao lebih memilih solusi yang diberikan Guo Tu dan Shen Pei.
Dengan seluruh kekuatannya ditempatkan di Guandu, Yuan Shao banyak melakukan kesalahan demi kesalahan dengan puncaknya adalah pengkhianatan Xu You dan musnahnya gudang persediaan makanan di Wuchao. Seluruh kekuatan yang telah ia kumpulkan akhirnya hancur dalam suatu pertempuran. Yuan Shao juga tidak berhasil untuk bersekutu dengan Yuan Shu yang kerap memusuhinya. Kebodohan, keserakahan, ketidak mampuan untuk mengambil keputusan dan kesombongan akan kekuasaan adalah hal-hal yang menyebabkan kehancuran dininya.

Liu Biao (bangsawan dari Jingzhou)
                                                     
      Liu Biao, adalah seorang yang cukup terkemuka di zaman dinasti Han. Dia berkuasa di daerah Jing Zhou yang subur. Saat itu Liu Bei sedang dalam pelarian dan meminta suaka pada Liu Biao, sehingga Liu Bei selama beberapa waktu singgah disana bersama beberapa pahlawannya, yaitu Guan Yu alias Yun Chang, Zhang Fei alias Yi De, Zhao Yun alias Zi Long, dan ahli strategi terkenal di zaman tiga kerajaan atau SAM KOK yaitu Zhuge Liang alias Kong Ming.
Liu Biao semakin tua dan merasa dirinya tidak sanggup untuk mengatur negaranya lagi, bermaksud untuk memberikan kekuasaan pada Liu Bei, tetapi ditolaknya. Maka, Liu Biao membuat surat wasiat supaya setelah ia meninggal, kekuasaan diberikan pada Liu Qi. Tetapi istri kedua dari Liu Biao tidak menyetujuinya, maka ia membuat surat wasiat palsu agar Liu Cong diangkat sebagai pengganti suaminya.
Setelah Liu Biao meninggal dunia, anak tirinya Liu Cong yang masih berusia 14 tahun naik tahta. Saat itu Cao Cao bersama ribuan pasukannya bermaksud untuk menguasai daerah Jing Zhou dan sekitarnya. Beberapa pembesar almarhum Liu Biao menyarankan Liu Cong untuk menyerah pada Cao Cao. Tentunya Cao Cao dengan senang hati menerimanya dan diangkat sebagai raja muda.
Liu Bei dan anak kandung Liu Biao, Liu Qi, tentu saja bersedih atas kematian Liu Biao ini dan mereka berkabung selama beberapa waktu
.
Gongsun Zan (Jenderal Han di perbatasan timur laut)
                                   
       Gongsun Zan (? - 199) adalah seorang panglima perang pada masa akhir dinasti Han Timur atau sebelum Zaman Tiga Negara. Gongsun Zan menjadi salah satu pemimpin yang bergabung dalam aliansi melawan pemerintahan negara yang sudah dikuasai oleh Dong Zhuo. Liu Bei, Guan Yu, dan Zhang Fei sebelum membentuk negara Shu, bekerja pada Gongsun Zan. Gongsun Zan memiliki anak bernama Gongsun Xu. Gongsun Zan pernah bertarung dengan Yuan Shao dalam pertempuran Yijing. Dia dikalahkan dan akhirnya bunuh diri.

Lu Bu (Jenderal bengis, membunuh 2 ayah angkatnya)
                                      
      
Lu Bu (153 – 198), nama lengkap Lu Fengxian, lahir di Wuyuan (sekarang di wilayah Mongolia Dalam) adalah seorang jenderal terkenal dari penghujung zaman Dinasti Han dan Tiga Negara.Lu Bu dengan ciri khas memakai penutup kepala dengan ekor, ia memiliki kuda yang sangat sakti bernama red hare (Chittu Ma)

Ia walaupun sangat lihai bertarung, namun juga adalah seorang yang menghalalkan segala cara untuk mewujudkan ambisinya. Lu Bu pertama kali mengabdi kepada Ding Yuan, yang kemudian berkomplot bersama He Jin untuk membunuh para menteri istana sepeninggal Kaisar Lingdi dan naik pangkat menjadi letnan jenderal.

Lu Bu kemudian termakan hasutan Dong Zhuo untuk membunuh Ding Yuan. Setelah Dong Zhuo mengangkat diri sebagai perdana menteri, ia kemudian menjadikan Lu Bu sebagai anak angkatnya dan panglima perang kekaisaran. Karena sifat Dong Zhuo yang tidak sabar dan bertemperamen kasar, Lu Bu akhirnya membunuh Dong Zhuo setelah dihasut oleh salah satu menteri istana, Wang Yun. Setelah kematian Dong Zhuo, Lu Bu lalu diangkat sebagai panglima besar kekaisaran. Di dalam catatan sejarah, Lu Bu diceritakan menjalin hubungan gelap dengan seorang dayang-dayang Dong Zhuo yang tidak disebutkan namanya. Di dalam Kisah Tiga Negara, karakter ini menjadi Diao Chan, yang juga diangkat sebagai anak oleh Dong Zhuo.
Hanya sebulan setelah kematian Dong Zhuo, bawahannya, Li Jue memimpin pasukan menyerang dan mengusir Lu Bu dari ibukota. Lu Bu kemudian melarikan diri dalam pengasingan, mencari perlindungan kepada Yuan Shu, yang menolak untuk menerimanya, lalu Yuan Shao, Zhang Miao dan Liu Bei.
Ia akhirnya menyusun kekuatan di Xiapi, di mana ia sering terlibat pertempuran dengan Cao Cao. Tahun 198, Cao Cao menyerang Xiapi dan memukul mundur pasukan Lu Bu terus menerus serta akhirnya mengepung pasukan Lu Bu selama 3 bulan. Lu Bu dengan moral pasukan yang rendah diperparah dengan pengkhianatan bawahannya, Hou Cheng, Song Xian dan Wei Xu. Lu Bu tertangkap oleh Cao Cao dan memohon kepadanya agar melepaskannya. Namun Liu Bei mengingatkan Cao Cao bahwa Lu Bu tidak dapat dipercaya dan membiarkannya hidup sangat berbahaya. Lu Bu kemudian dicekik sampai mati oleh Cao Cao.

Ma Teng (Penguasa Liangzhou)
                                                       
 
      Ma Teng (156 - 211) adalah seorang panglima perang pada masa Zaman Tiga Negara di Tiongkok. Ma Teng mengontrol wilayah Liangzhou bersama dengan saudara angkatnya Han Sui dan mereka bersama terlibat dalam usaha untuk mendapatkan otonomi dari pemerintahan Han pusat. Ma Teng adalah ayah dari Ma Chao dan paman dari Ma Dai, yang dimana kedua orang itu kemudian bekerja pada kerajaan Shu.


Kaisar Xiandi (Kaisar terakhir Dinasti Han)

       Kaisar Xiandi adalah Kaisar terakhir Dinasti Han,sebelum berkuasa beliau dikenal sebagai Pangeran Chen Liu, setelah kakak kandungnya yaitu Kaisar Shao mangkat akibat di bunuh oleh Dong Zhuo, Kaisar Xian naik tahta sebagai Kaisar boneka untuk Dong Zhuo, kaisar Xian sendiri merupakan keponakan dari Liu Bei, beliau berkuasa sampai tahun 221 akibat perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh putra Cao Cao yang bernama Cao Pi.

Zhang Jiao, sang pemberontak sanggul kuning
                                                     
       Zhang Jiao (? - 184), terkadang disebut sebagai Zhang Jue, adalah salah satu tokoh di zaman Dinasti Han. Ia lahir di Julu (sekarang Xingtai, Hebei).
Peran dalam Kisah Tiga Negara

      Di dalam Kisah Tiga Negara ia dikisahkan menerima anugrah buku Ilmu Taiping dari seorang tua yang sebenarnya adalah Dewa Nanhua sewaktu mengambil obat di gunung. Ia kemudian menekuni isi buku tadi dan setelahnya menyebut diri sendiri sebagai Penerang Jalan Taiping.
Pada tahun 184, wabah penyakit meluas di seluruh pelosok Tiongkok. Zhang Jiao kemudian berkelana ke banyak daerah dan menyembuhkan penyakit dengan air jimatnya. Lalu, dengan gelar Taixian Liangshi. Pengaruhnya dengan cepat menyebar dan diterima rakyat karena pemerintahan Dinasti Han waktu itu sangat lemah dan tidak efisien sehingga menyengsarakan kehidupan rakyat.
Dalam waktu singkat, ia telah berhasil menghimpun ratusan ribu pengikut yang kemudian memberontak kepada kekaisaran dengan mengikatkan serban kuning di kepala mereka. Dari sini pula mereka mendapatkan sebutan pemberontak Serban Kuning.
Tahun yang sama, Zhang Jiao mati karena sakit. Kedua adiknya juga tewas dalam pertempuran. Kehilangan pemimpin, pemberontakan dipadamkan dengan waktu singkat. Namun pemberontakan ini adalah salah satu faktor yang mempercepat keruntuhan Dinasti Han.


Friday, March 21, 2014

Kisah Dynasty Warrior (Part.2)

Penghujung Dinasti Han



Dong Zhuo (si tirani)

       Dong Zhuo (139 – 192), nama lengkap Dong Zhongyin, adalah seorang negarawan pada penghujung zaman Dinasti Han. Ia mengontrol Luoyang pada tahun 189 setelah ibukota jatuh kedalam kekacauan karena tewasnya Kaisar Ling dan perselisihan berdarah antara faksi kasim dan pejabat negeri. Dong Zhuo, setelah itu mengambil alih tahta dan membuat Kaisar Xian sebagai boneka.
Namun, ketiranian dan kekejaman membuat marah banyak orang dan pemimpin perang diseluruh negara membentuk koalisi melawannya, memaksa Dong Zhuo untuk memindahkan Ibukota ke Chang'an. Dong Zhuo dibunuh oleh anak adopsinya, Lü Bu sebagai bagian dari rencana oleh Menteri Dalam Negeri, Wang Yun pada tahun 192.


Kehidupan Awal

      Dong Zhuo lahir di Lintao , Dong Zhuo dikatakan penuh kesopanan pada masa kecilnya. Berpetualang di daerah Qiang, dia berteman dengan banyak orang gagah berani. Menjadi banyak akal dan secara jasmani seorang ahli, Dong Zhuo nantinya berpartisipasi dalam kampanye melawan pemberontah Qiang di Bingzhou . Karena penampilannya yang baik sekali, Dong Zhuo diberi hadiah 9.000 gulung sutra, semuanya dia distribustikan ke rekan-rekannya.
Setelah naik pangkat beberapa kali, Dong Zhuo dikirim untuk memadamkan Pemberontakan Serban Kuning pada awal tahun 180, tapi kalah dan diturunkan. Saat Han Sui memberontak di Liangzhou , Dong Zhuo dikembalikan kembali sebagai Jendral Ksatria dan dikirim untuk menghabisi pemberontakan.
Selama pertarungan melawan suku Qiang, yang bersekutu dengan Han Sui, pasukan Dong Zhuo kalah jumlah dengan dipotongnya jalur lari mereka di sungai. Untuk menghindari kekalahan yang memalukan, Dong Zhuo dan pasukannya membendung sungai. Lalu dia memerintahkan pasukannya untuk menyebrang genangan air yang cetek dan menyuruh pasukannya menghancurkan bendungan. Semua pelarian sukses.
Dong Zhuo dipromosikan menjadi Jendral atas Garis Depan dan Gubernur Bingzhou. Namun, tidak ingin meninggalkan pasukannya dan pekerjaan loyal di Liangzhou, Dong Zhou menolak tawaran jabatan baru itu.


Naik Tahta

      Setelah kematian Kaisar Ling pada tahun 189, Jendral tertinggi, He Jin, memanggil Dong Zhuo untuk memimpin pasukannya di Luoyang untuk membantunya membunuh faksi kasim yang kuat. Sebelum Dong Zhuo tiba, namun, He Jin dibunuh oleh kasim dan ibukota jatuh kedalam kekacauan. Para kasim lalu menculik kaisar muda dan pergi keluar ibukota. Namun, mereka dicegat oleh Dong Zhuo, yang membawa kembali sang kaisar kembali ke istana.
Selama waktu ini, saudara He Jin, He Miao , diduga bekerja sama dengan kasim dan dibunuh oleh pasukannya sendiri. Pasukan He Jin dan He Miao, tanpa pemimpin, lalu kemudian menjadi dibawah komando Dong Zhuo. Setelah itu, Dong Zhuo juga mengajak Lü Bu untuk membunuh ayah adopsinya sendiri, Ding Yuan, pemimpin perang lainnya dipanggil ke Luoyang oleh He Jin sebelumnya, dan mati. Lalu Dong Zhuo mengambil kontrol semua pasukan di ibukota.
       Tahun 190, Dong Zhuo memberhentikan kaisar muda dan digantikan oleh Kaisar Xian yang merupakan boneka Dong Zhuo. Dia juga membuat dirinya perdana menteri dan mulai saat itu, dia mulai menunjukan ketiraniannya. Dia diberi dispensasi khusus untuk membawa pedangnya ke pengadilan, dimana hal itu dilarang. (Dispensasi ini tidak diberikan oleh pejabat negeri Han sejak Xiao He.) Dispensasi juga mempersilahkannya untuk memasuki pengadilan tanpa melepas sepatunya. Sejarah 3 Negara mencatat sebuah insiden dimana Dong Zhuo memimpin pasukannya ke Yangcheng dan menyuruh mereka untuk memotong kepala semua penduduk laki-laki. Prajurit-prajurit merampok kota dan membawa wanita-wanita, sapi dan semua benda berharga, mengklaim telah menaklukan pasukan pemberontak. Dong Zhuo juga tidur dengan pembantu istana dan bahkan permaisuri.


Pindah ke Chang'an


       Pada tahun yang sama, semua pemimpin perang di Tiongkok membentuk sebuah koalisi anti Dong Zhuo. Dong Zhuo lalu memindahkan ibukota ke barat, yaitu di Kota Chang'an. Sebelum dia melakukannya, namun, dia menggali makam kaisar sebelumnya dan harta didalamnya dicuri. Lalu dia membakar istana.
Setelah pindah ke Chang'an, Dong Zhuo mengangkat adiknya, Dong Min menjadi Jendral, dan semua sanaknya menjadi pejabat negara. Dia juga membangun sebuah istana di daerah Mei, 260 li dari Chang'an. Di istana, selama itu, dimana secara biadab, penyiksaan diperlakukan terhadap pemberontak yang ditangkap. Terhadap lawan oposisinya, Dong Zhuo juga memberikan hukuman kejam. Dalam 2 tahun, yang dituduh dengan salah dan dieksekusi mencapai seribu.
Dong Zhuo juga menyuruh agar patung perunggu dan bel dilelehkan dan dijadikan koin, dimana membanjiri pasar. Inflasi serius muncul sebagai hasil, dan mata uang itu segera menjadi tidak berguna.


Kejatuhan dan Kerusuhan

       Karena melakukan banyak hal yang buruk dan menyiksa rakyat, Dong Zhuo telah memicu kemarahan dengan tingginya resiko pembunuhan. Untuk keamanannya, Dong Zhuo sangat bergantung kepada Lü Bu, yang telah dia adopsi sebagai anak. Anakanya membayanginya hampir seluruh waktu.
Namun, karena Dong Zhuo sering marah, ketika Dong Zhuo marah, ia akan melempar halbred terhadap Lü Bu. Namun dengan gesit, Lü Bu selalu dapat menghindari lemparannya, dan amukan Dong Zhuo akan menghilang dengan cepat, Lü Bu, meskipun demikian, secara tersembunyi bosan dan memiliki perasaan tersinggung dengan ayah adopsinya. Lebih jauh, dipercaya untuk menjaga kediaman Dong Zhuo, Lü Bu menjalin cinta kasih dengan salah satu pembantu Dong Zhuo. Dalam hal ini, dia takut diketahui oleh ayahnya.
       Pada tahun 192, disemangati oleh Menteri Dalam Negeri Wang Yun, Lü Bu akhirnya memutuskan untuk membunuh Dong Zhuo. Membawa selusin pasukan terpercaya, termasuk kapten kavaleri Li Su, Lü Bu bertemu Dong Zhuo di pintu istana. Saat Li Su naik dan menikam Dong Zhuo. Dong Zhuo berteriak karena anaknya. Tapi Lü Bu berkata, "Ini adalah perintah Kerajaan"
Mayat Dong Zhuo ditinggalkan di jalan, selama yang lain pergi untuk mengambil mayatnya. Pejabat Negara yang menjaga mayatnya menyalakan sumbu di pusar Dong Zhuo dan terbakar seharian. Saudara Dong Zhuo juga dieksekusi, termasuk Dong Min.
       Setelah kematiannya, orang yang setia pada Dong Zhuo, seperti Fan Chou, Li Ru, Li Jue dan lainnya lari, dipercaya kalau kesetiannya akan menjadi penghianatan yang dipertimbangkan. Mendengar permintaan kasasi mereka, Wang Yun, yang mengambil alih pemerintah, berkata ,"Semua orang harus dimaafkan, yang ada disini adalah pegnecualian". Karena merasa marah, mereka menyatakan perang terhadap Wang Yun, Wang Yun dapat menggagalkan mereka hanya dengan menyuruh Tentara Kerajaan dan Lü Bu , setelah banyak kekalahan, orang yang setia pada Dong Zhuo memilih untuk mengubah taktiknya.
      Pada 1 pertarungan, Fan Chou dan Li Jue adalah pengalih perhatian untuk menahan Lü Bu, dan yang lainnya akan mengambil alih Istana. Rencana ini bekerja dengan baik, dimana Lü Bu melarikan diri setelah istana dimasuki.
Segera tahta dikuasai oleh orang yang setia kepada Dong Zhuo, tapi mereka ada dalam perebutan kekuasaan, seperti pejabat lainnya. Segera, seluruh Tiongkok ada dalam kekacauan dengan adanya perang sipil untuk memperebutkan tahta.


Dong Zhuo di Kisah Tiga Negara

       Roman Kisah Tiga Negara karya Luo Guanzhong, adalah kejadian yang ada sebelum dan selama Zaman Tiga Negara. Karena dalam kehidupan asli Dong Zhuo sangat kejam dan jahat, novel menitikberatkan kekejamannya. Namun, 2 peristiwa tidak nyata dalam sejarah.


Dong Zhuo dan 3 Bersaudara

       Dong Zhuo muncul pertama kali di Bagian 1. Dikirim untuk menghancurkan Pemberontakan Serban Kuning, Dong Zhuo dikalahkan oleh pemimpin pemberontak, Zhang Jiao dan pertarungan itu menjadi kekalahan yang memalukan.
3 saudara yang bersumpah, Liu Bei, Guan Yu dan Zhang Fei, mengetahui hal ini. Lalu mereka memimpin pasukannya untuk menolong Dong Zhuo. Pertemuan tiba-tiba dengan oposisi baru, pemberontak dikalahkan mereka dan harus mundur.
       Setelah kembali ke kemah, Dong Zhuo bertanya kepada 3 bersaudara jabatan apa yang dikuasainya. Dan mereka mengatakan kalau mereka tidak menguasai apa-apa. Dong Zhuo lalu mendiamkan mereka. Hal ini membuat Zhang Fei sangat marah dan mengambil pedang dan ingin membunuh Dong Zhuo. Namun ia dihentikan oleh 2 kakaknya. Kehidupan Dong Zhuo diampuni dan 3 bersaudara pergi ke jalannya masing-masing.

Dong Zhuo dan Diao Chan

       Cerita paling populer tentang Dong Zhuo adalah cinta segitiga antara Dong Zhuo, Lü Bu dan Diao Chan, dimana membuat kematian Dong Zhuo ditangan anak adopsinya sendiri, Lü Bu. - Setelah Dong Zhuo memindahkan ibukota ke Chang'an, Menteri Dalam Negeri Wang Yun mulai menyusun rencana untuk membunuh Dong Zhuo dengan menggunakan Diao Chan.
Setelah mengundang Lü Bu, Wang Yun meminta Diao Chan untuk memberi arak kepada Lü Bu. Lü Bu langsung dijerat cinta. Karena ini, Wang Yun menjanjikan akan menikahkan Diao Chan dengan Lü Bu.
Beberapa hari kemudian, Wang Yun mengadakan pesta untuk Dong Zhuo. Seperti Lü Bu, Dong Zhuo tidak bisa memindahkan matanya dari Diao Chan, yang juga telah menunjukan kemampuannya dalam menari dan menyanyi. Dong Zhuo lalu membawanya pulang dan menjadikannya selir.
Saat Lü Bu mendengar tentang hal ini pagi harinya, dia menuju ke tempat tidur Dong Zhuo dan mengintip di jendela. Dia melihat Diao Chan duduk dan mengurus rambutnya saat Dong Zhuo sedang tidur. Menyadari kehadiran Lü Bu, Diao Chan lalu menggunakan ekspresi sedih dan berpura-pura menghilangkgan air mata di matanya dengan sapu tangan.
Kejadian yang sama terjadi 1 bulan kemudian, namun kali ini Dong Zhuo terbangun dan melihat Lü Bu memandang Diao Chan. Lü Bu lalu dilempar keluar dan dilarang masuk ke rumahnya.
Lalu 1 hari kemudian, saat Dong Zhuo mengobrol dengan Kaisar Xian, Lü Bu diam-diam memasuki kediaman ayahnya dan bertemu Diao Chan di Paviliun Fengyi . Menangis, Diao Chan meminta Lü Bu untuk menolongnya dari Dong Zhuo. Lalu ia menaruh halberdnya, dan Lü Bu memeluk Diao Chan di tangannya dan membuatnya merasa nyaman dengan kata-kata.
       Dong Zhuo melihat kematiannya sudah dekat saat Lü Bu muncul dengan halberdnya dalam episode ke 84 serial televisi Romance of the Three Kingdoms
Setelah itu, Dong Zhuo kembali untuk menemukan mereka di paviliun. Lü Bu terkejut dan melarikan diri. Dong Zhuo mengambil halbred dan mengejarnya. Karena terlalu lambat, Dong Zhuo tidak dapat menangkapnya. Lalu dia melempar halbred terhadap Lü Bu, namun dia menangkisnya dan melarikan diri.
Setelah insiden, Lü Bu menjadi tak menyenangkan bagi Dong Zhuo. Ketidakmenyenangkan ini dipanasi oleh Wang Yun, yang menyarankan agar Lü Bu membunuh Dong Zhuo. Lü Bu diyakinkan oleh Wang Yun.
       Konspirator mengirim Li Su untuk menjemput Dong Zhuo dari istananya di daerah Mei dan dengan sandiwara bahwa kaisar ingin memberikan tahtanya kepada Dong Zhuo. Dong Zhuo yang sangat senang lalu datang ke pintu istana, dimana pasukannya dilarang masuk. Saat karavan Dong Zhuo sudah di dekat istana, tentara yang setia pada Wang Yun mengepung karavannya dan menikam Dong Zhuo dengan tombak.
Hanya melukai lengannya karena dia menggunakan baju baja, Dong Zhuo lalu keluar untuk mencari Lü Bu. Namun Lü Bu menikam kerongkongannya dengan halbrednya, mengtakan , "Saya memiliki titah kerajaan untuk membunuh pemberontak!"


Referensi Modern

       Dong Zhuo adalah karakter yang dapat dimainkan di permainan Dynasty Warriors. Dia digambarkan sebagai penguasa yang mengambil alih kekuasaan Han, dan berakhir dengan dikalahkan dalam hampir oleh alur cerita karakter yang dapat dimainkan lainnya--meskipun bermain sebagai Dong Zhuo, setelah memenangkan permainan, cerita akhirnya menunjukan pembunuhan terhadapnya akan terjadi. Dalam pertarungan, Dong Zhuo menggunakan senjata yang mungkin adalah senjata dao, disebut the "Horror," dan memiliki kegemaran untuk memanggil musuhnya dengan kata "serangga," "orang hina," dan "serangga" yang harus diremas. Dia mempercayakan oleh opsir-opsirnya, seperti Hua Xiong dan Lü Bu, dan tidak akan maju ke pertarungan kecuali dia hanya memiliki pilihan yang kecil. Tujuan utamanya adalah memperoleh "surga," dimana dia dikelilingi oleh kekayaan, selir, dan kebebasan untuk membunuh dan menghancurkan yang berani mempertanyakan motifnya.


Thursday, March 20, 2014

Sejarah Vespa

       Postinga gue kali ini mengendai kendaraan yang unik.Yap Vespa,vespa merupakan motor yang paling unik menurut gue pribadi sih.Dari bentuknya unik,dari segi suara juga enak.Yah walaupun sedikit berisik sih hahaha.Tapi beneran dah ini motor asik buat diliat sama asik dibawa.Sayang gue kaga punya,kepengen beli kaga punya duit buat belinya.Minta ortu kaga enak juga.Loh kenapa gue jadi curhat hahaha.Kembali ke topik,gue pengen ngasih tau ke kalian mengenai sejarah dari Scooter yang satu ini.



Sebelom gue mau ngasih hal apa aja yang unik dari vespa.Gue pengen ngasih tau sejarah dari Vespa

Asal Mula
       Sejarah vespa dimulai lebih dari seabad silam, tepatnya 1884. Perusahaan Piaggio didirikan di Genoa, Italia pada tahun 1884 oleh Rinaldo Piaggio. Bisnis Rinaldo dimulai peralatan kapal. Tapi di akhir abad, Piaggio juga memproduksi Rel Kereta, Gerbong Kereta, body Truck, Mesin dan Kereta api. Pada Perang Dunia I, perusahaannya memproduksi Pesawat Terbang dan Kapal Laut. Pada tahun 1917 Piaggio membeli pabrik baru di Pisa dan 4 tahun kemudian Rinaldo mengambil alih sebuah pabrik kecil di Pontedera di daerah Tuscany Italia. Pabrik di Pontedera inilah yang mana menjadi Pusat produksi pesawat terbang beserta komponen-komponennya (baling-baling, Mesin dan Pesawat) Selama Perang Dunia II, pabrik di Pontedera membuat P108 untuk mesin Pesawat dua penumpang dan Versi Pembom.


Lahir Kembali
       Pada akhir Perang Dunia II, pabrik Piaggio dibom oleh pesawat sekutu. Setelah perang usai, Enrico Piaggio mengambil alih Piaggio dari ayahnya (Rinaldo Piaggio). Pada saat itu perekonomian Italia sedang memburuk, Enrico memutuskan untuk mendisain alat transportasi yang murah. Enrico memutuskan untuk fokuskan perhatian perusahaannya pada masalah personal Mobility yg dibutuhkan masyarakat Italia. Kemudian bergabunglah Corradino D’Ascanio, Insinyur bidang penerbangan yang berbakat yang merancang, mengkonsep dan menerbangkan Helikopter Modern Pertamanya Piaggio. D’Ascanio membuat rancangan yang simple,ekonomis, nyaman dan juga elegan. D’Ascanio memimpikan sebuah revolusi kendaraan baru. Dengan mengambil gambaran dari tehnologi pesawat terbang, dia membayangkan sebuah kendaraan yang dibangun dengan sebuah “Monocoque” atau Unibody Steel Chassis. Garpu depan seperti Ban mendarat sebuah pesawat yang mana mudah untuk penggantian ban. Hasilnya sebuah design yg terinspirasi dari pesawat yang yang sampai saat ini berbeda dengan kendaraan yang lain.
       Maka pada 1945, konstruksi alternatif tersebut ditemukan. Awalnya memang sebuah konsep sepeda motor berkerangka besi dengan lekuk membulat bagai terowong. Mengejutkan, ternyata bagian staternya dirancang dengan menggunakan komponen bom dan rodanya diambil dari roda pesawat tempur.Guna mengoptimalkan bentuk dan keamanan penggunanya, pabrikan yang kala itu masih terbilang sebagai usaha ''kaki lima'' merancang papan penutup kaki pada bagian depan. Proyek ini langsung dipimpin oleh Corradino d'Ascanio. Karena itu, hak paten pun segera dapat mereka kantongi.
       Hasilnya, muncullah pertama kali produk motor dengan seri MP5. Kendaraan ini berteknologi sederhana tetapi punya bentuk yang amat menarik, bagai binatang penyengat (lebah/tawon) karena bentuk kerangkanya.
       Namun, karena bentuk penutup pengaman yang bagai papan selancar itu, sejumlah pekerja di pabrik Piaggio pun bahkan mengatakannya sebagai motor Paperino. Harap diingat, Paperino adalah sindiran sinis untuk tokoh Donald Duck (bebek). Maka, d'Ascanio pun putar akal untuk memperbaiki model tersebut.
D’ascanio hanya membutuhkan beberapa hari untuk mengonsep ulang bentuk desain kendaraannya dan prototipnya diberi nama MP6. Saat Enrico Piaggio melihat protototip MP6 itu, ia secara tak sengaja berseru “Sambra Una Vespa” (terlihat seperti Tawon). Akhirnya dari seruan tak sengaja itu, diputuskan kendaraan ini dinamakan ‘Vespa’ (tawon dalam bahasa Indonesia). Pada April 1946, prototip MP6 ini mulai diproduksi masal di pabrik Piaggio di Pontedera, Italia.
Pada Akhir 1949, telah di produksi 35000 unit dan dalam 10 tahun telah memproduksi 1 Juta unit dan pada pertengahan tahun 1950. Selama tahun 1960-an dan 1970-an Vespa menjadi simbol dari revolusi gagasan pada waktu itu.
Perkembangan selanjutnya, produk ini ternyata laris diserap pasar Prancis, Inggris, Belgia, Spanyol, Brazil, dan India -- selain di pasar domestik produk ini laku bagai kacang goreng. Selain itu, India pun memproduksi jenis dan bentuk yang sama dengan mengambil mesin Bajaj. Jenisnya adalah Bajaj Deluxe dan Bajaj Super. Sejumlah pihak lantas mengajukan lamaran untuk joint membuat Vespa. Maka pada 1950 munculah Vespa 125 cc buatan Jerman.
      Pada saat itu banyak negara lain yang mencoba membuat produk serupa, tetapi ternyata mereka tak sedikit pun mampu menyaingi Piaggio. Di antara pesaing itu adalah Lambretta, Heinkel, Zundapp, dan NSU. Bagi masyarakat Indonesia, produk Lambretta dan Zundapp, sempat populer di era 1960-an.
Selidik punya selidik, fanatisme terhadap Vespa ternyata muncul akibat ciri dasar bentuk motor ini yang selalu dipertahankan pada setiap produk berikutnya. Bahkan saat mereka terbilang melakukan ''revolusi'' bentuk pada produk baru, Vespa 150 GS, kekhasan pantat bahenol masih terasa melekat.Produk 150 GS -- kala itu dikenal sebagai Vespamore dan hampir selalu tampil di tiap film tahun 1960-an -- memang kemudi dan lampu sorotnya mulai dibuat menyatu. Tetapi, secara keseluruhan apalagi bentuk pantatnya, benar-benar masih membulat. Dan cerita terus berlanjut saat ini dengan model generasi baru Vespa, mempersembahkan Vespa ET2, Vespa ET4, Vespa Granturismo dan Vespa PX150. Vespa bukan hanya sekedar Scooter tapi salah satu Icon besar orang Italia.


Sejarah Vespa di Indonesia
      “Demam Vespa” di tanah air sangat di pengaruhi oleh “Vespa Congo”. Vespa diberikan sebagai Penghargaan oleh Pemerintah Indonesiaterhadap Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Congosaat itu.
Menurut beberapa narasumber, setelah banyak Vespa Congo berkeliaran di jalanan, mulailah Vespa menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua diIndonesia. Importir lokal turut mendukung perkembangan Vespa di tanah air.
Sampai saat ini sudah puluhan varian Vespa yang mampir di Indonesia. Dari yang paling tua hingga yang paling baru ada di Indonesia. Sampai saat iniIndonesia mungkin masih bisa disebut sebagai surganya Vespa. Maraknya ekspor Vespa, sedikit banyak mengurangi populasi Vespa di Indonesia.

Sumber  :
http://scootersemok.blogspot.com/2011/07/sejarah-vespa.html

Wednesday, March 19, 2014

Kisah Dynasty Warrior (Part.1)

Inilah Kisah Dynasty Warrior
Kalian mungkin sudah tau dong dengan game Dynasty Warriors yang sering dimainin di console game.Inilah sejarah tentangnya, yaitu kisah 3 Negara.

THREE KINGDOM
       Sebuah kisah epik yang menakjubkan. Penuh intrik, kesetiaan, pengkhianatan, adu cerdik, dan kejayaan. Ceritanya diwariskan turun temurun sehingga menjadi legenda yang terus dikenang. Cerita Tiga Kerajaan (Sam Kok) merupakan kisah terbaginya China pada saat Dinasti Han menjadi tiga bagian besar.. Berikut Kisahnya..

Zaman Tiga Negara atau juga dikenal dengan nama Samkok (Hanzi sederhana: Hanzi tradisional: hanyu pinyin: sanguo shidai, bahasa Inggris: Three Kingdoms Era) (220 - 280) adalah sebuah zaman di penghujung Dinasti Han di mana Cina terpecah menjadi tiga negara yang saling bermusuhan.

Di dalam sejarah Cina biasanya hanya boleh ada kaisar tunggal yang dianggap menjalankan mandat langit untuk berkuasa, namun di zaman ini karena tidak ada satupun negara yang dapat menaklukkan negara lainnya untuk mempersatukan Cina, maka muncullah tiga negara dengan kaisar masing-masing. Cina akhirnya dipersatukan oleh keluarga Sima yang merebut kekuasaan dari negara Wei dan menaklukkan Wu serta mendirikan Dinasti Jin.

Kronologi sejarah

Penghujung Dinasti Han

       Dinasti Han mengalami kemerosotan sejak tahun 100 karena kaisar-kaisar penguasa yang tidak cakap memerintah dan pembusukan di dalam birokrasi pemerintahan. Beberapa pemberontakan petani pecah sebagai bentuk ketidakpuasan rakyat terhadap kekaisaran. Namun ketidakmampuan kaisar lebih parah dipergunakan oleh para kasim untuk mengkonsolidasikan kekuasaan di tangan mereka. Penghujung Dinasti Han memang adalah sebuah masa yang didominasi oleh pemerintahan kasim.
Sejak Kaisar Hedi, kaisar-kaisar selanjutnya naik tahta pada masa kanak-kanak. Ini menyebabkan tidak ada pemerintahan yang stabil dan kuat karena pemerintahan dijalankan oleh kasim-kasim dan keluarga kaisar lainnya yang kemudian melakukan kudeta untuk menyingkirkan kaisar yang tengah beranjak dewasa guna melanggengkan kekuasaan mereka. Ini menyebabkan lingkaran setan yang kemudian makin memurukkan situasi Dinasti Han. Pada penghujung dinasti Han muncul pemberontakan selendang kuning atau yang lebih dikenal dengan pemberontakan serban kuning, yang dipimpin oleh Zhang Jiao beserta antek-anteknya mereka menduduki wilayah Yu Zhou, Xu Zhou, Yan Zhou. Tepatnya dulu menduduki kota-kota Ping Yuan, Wan, Xu Chang, Ye, Xiao Pei, Shou Chun. Untuk menumpas pemberontakan yang muncul maka pemerintah dinasti Han menobatkan He Jin sebagai Jendral besar sekaligus perdana menteri. Selama kurang lebih 8 tahun, He jin masih tidak dapat menumpas pemberontakan.

Kelaliman Perdana Menteri Dong Zhuo

Pada tahun 189, sesaat setelah Kaisar Lingdi mangkat, para menteri kemudian merencanakan untuk membunuh Jenderal He Jin, paman dari anak Kaisar Lingdi, Liu Bian. Ini dimaksudkan untuk mencegah He Jin mendudukkan Liu Bian sebagai kaisar pewaris tahta. Rencana ini diketahui oleh He Jin yang kemudian segera melantik Liu Bian sebagai pewaris tahta dengan gelar Shaodi pada April 189. Selain itu, He Jin juga memerintahkan Dong Zhuo untuk kembali ke ibukota Luoyang untuk menghabisi para menteri serta kasim yang ingin merebut kekuasaan itu. Sebelum Dong Zhuo sampai, He Jin sudah dibunuh dahulu oleh para menteri di dalam istana.

Yuan Shao kemudian mengambil inisiatif menyerang istana dan memerintahkan pembunuhan sebagian menteri dan kasim yang dituduh berkomplot merebut kekuasaan kekaisaran. Namun, menteri lainnya menyandera Kaisar Shaodi dan adiknya Liu Xie ke luar istana. Dong Zhuo mengambil kesempatan ini untuk memusnahkan kompolotan menteri tadi dan menyelamatkan kaisar. Dengan kaisar di bawah pengaturannya, Dong Zhuo kemudian memulai kelalimannya.

Dong Zhuo mulai menyiapkan strateginya untuk mengkontrol kekuasaan kekaisaran di Cina dengan membatasi wewenang kekuasaan Kaisar Shaodi. Ia lalu menghasut Lu Bu untuk membunuh ayah angkatnya, Ding Yuan dan merebut seluruh kekuatan militernya untuk memperkuat diri sendiri. Yuan Shao juga diusir olehnya dari Luoyang. Ia membatasi wewenang para menteri dan memusatkan kekuasaan di tangannya, setelah itu, Kaisar Shaodi diturunkan dari tahta untuk kemudian digantikan oleh adiknya Liu Xie yang menjadi kaisar dengan gelar Xiandi pada September 189. Sejarahwan beranggapan bahwa momentum ini adalah awal Zaman Tiga Negara.
                                           
                           Kaisar Xiandi (Liu Xie) kaisar ke 14 dinasti Han

Yuan Shao kemudian menghimbau para jenderal penguasa daerah untuk melawan kelaliman Dong Zhuo. Usahanya membawa hasil 11 batalyon militer beraliansi untuk melakukan agresi ke Luoyang guna menumbangkan rezim Dong Zhuo. Yuan Shao memimpin aliansi yang kemudian dinamakan sebagai Tentara Pintu Timur. Dong Zhuo merasa takut dan membunuh bekas kaisar Shaodi, membumi-hanguskan dan merampok penduduk Luoyang, menyandera Kaisar Xiandi dan memindahkan ibukota ke Chang'an.

Dalam pelariannya, Dong Zhuo diserang oleh Cao Cao dan Sun Jian yang tergabung dalam Tentara Pintu Timur, namun sayang karena ada kecemburuan di dalam aliansi menyebabkan tidak ada bantuan dari jenderal lainnya yang tidak ingin melihat keberhasilan mereka berdua. Aliansi ini kemudian bubar dan Dong Zhuo meneruskan kelalimannya di Chang'an.

Akhirnya, pada tahun 192, menteri istana bernama Wang Yun bersama Lu Bu menghabisi nyawa Dong Zhuo di Chang'an. Ini mengakibatkan bawahan Dong Zhuo, Li Jue menyerang istana dan membunuh Wang Yun serta mengusir Lu Bu. Li Jue melanjutkan kelaliman pemerintahan Dong Zhuo.

Berkuasanya raja-raja perang

       Setelah Dong Zhuo berhasil dijatuhkan, Dinasti Han makin melemah karena kehilangan kewibawaan kekaisaran. Melemahnya kekuasaan istana menyebabkan para gubernur dan penguasa daerah memperkuat diri sendiri dan menjadi raja kecil di wilayah mereka. Ini menyebabkan munculnya rivalitas antar raja-raja perang satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Peperangan Guandu dan penyatuan utara

       Di antara mereka, kekuatan Cao Cao dan Yuan Shao berkembang paling pesat dan menyebabkan peperangan di antara mereka tidak dapat dihindari. Cao Cao pada tahun 197 menaklukkan Yuan Shu, lalu Lu Bu pada tahun 198 serta Liu Bei setahun selanjutnya. Tahun 200, Yuan Shao memulai ekspansi wilayah ke selatan, namun berhasil dipukul mundur oleh Cao Cao. Yuan Shao kemudian memutuskan untuk memimpin sendiri kampanye militer ke selatan dan berpangkalan di Yangwu. Cao Cao juga mundur ke Guandu untuk melakukan kampanye defensif. Di sini, kekuatan di antara mereka berimbang selama setengah tahun sampai akhirnya Cao Cao melakukan serangan mendadak dan memusnahkan seluruh persediaan logistik Yuan Shao. Yuan Shao kemudian mundur karena moral prajurit yang rendah setelah kekalahan yang menentukan itu. Ini adalah peperangan Guandu yang terkenal itu.

Setelah kekalahannya di Guandu, Yuan Shao beberapa kali mencoba melakukan serangan kepada Cao Cao namun gagal. Tahun 202, Yuan Shao meninggal, menyebabkan perebutan kekuasaan antara putranya, Yuan Tan dan Yuan Shang. Cao Cao mengambil kesempatan ini untuk menaklukkan Yuan Shang dan membunuh Yuan Tan. Yuan Shang kemudian mencari perlindungan kepada suku Wuhuan di utara yang mendukung Yuan Shao. Atas nasehat Guo Jia, Cao Cao menyerang Wuhuan dan membunuh pemimpinnya. Yuan Shang dalam pelariannya mencari perlindungan kemudian dibunuh oleh Gongsun Kang yang takut diserang Cao Cao bila memberikan suaka kepada Yuan Shang.

Tahun 207, Cao Cao secara resmi mempersatukan wilayah utara Cina dan merencanakan ekspansi ke wilayah selatan.

Kampanye militer ke selatan dan peperangan Chibi

       Tahun 208, Cao Cao melakukan kampanye militer ke selatan tepatnya ke Prefektur Jingzhou yang saat itu dikuasai oleh Liu Biao. Liu Biao meninggal sebelum Cao Cao tiba. Liu Zong, anak Liu Biao yang menggantikan ayahnya menyerah kepada Cao Cao. Liu Bei yang saat itu berlindung kepada Liu Biao melarikan diri ke Jiangling, namun berhasil dipukul mundur lebih lanjut ke Xiakou.

Sun Quan mengutus penasehatnya Lu Su mengunjungi Liu Bei menanyakan keadaannya. Zhuge Liang kemudian mewakili Liu Bei mengajukan penawaran aliansi kepada Sun Quan. Aliansi Sun-Liu terbentuk untuk menahan serangan Cao Cao. Zhou Yu dan Cheng Pu memimpin tentara Sun dan berhasil memukul mundur tentara Cao Cao dengan strategi api. Peperangan berlokasi di daerah Chibi dan terkenal sebagai pertempuran Chibi.

Liu Bei menduduki Prefektur Yizhou

       Cao Cao yang kalah perang kemudian mengalihkan perhatian ke wilayah barat. Cao Cao menyerang Hanzhong yang dikuasai Zhang Lu. Penguasa di Xiliang kemudian melakukan perlawanan pada tahun 211 karena takut menjadi target Cao Cao selanjutnya. Ma Chao yang memimpin perlawanan ini dikalahkan Cao Cao dan mengasingkan diri. Setelah tahun 215, Cao Cao telah berhasil menguasai seluruh wilayah utara dan barat Cina.

Kemenangan aliansi Sun-Liu membuahkan perpecahan di antara mereka. Mereka mulai memperebutkan Jingzhou yang ditinggalkan Cao Cao. Perebutan ini dimenangkan oleh Sun Quan, yang melakukan serangan militer ke selatan Jingzhou di bawah pimpinan Zhou Yu. Zhou Yu berencana melanjutkan ekspansi militer ke Prefektur Yizhou yang dikuasai Liu Zhang, namun ia meninggal dalam perjalanan. Lu Su yang menggantikannya menghentikan rencana ini dan meminjamkan Jingzhou kepada Liu Bei untuk pangkalan militer sementara untuk menahan kemungkinan serangan Cao Cao.

Saat ini, Liu Zhang mengundang Liu Bei untuk membantu Yizhou melawan kemungkinan ekspansi Cao Cao bila berhasil menduduki Hanzhong. Liu Bei berangkat menuju Yizhou meninggalkan Guan Yu menjaga Jingzhou. Perseteruan Liu Bei dan Liu Zhang pecah pada tahun 212, Liu Bei lalu menduduki Chengdu dan memaksa Liu Zhang menyerahkan kekuasaan Yizhou kepadanya.

Tiga negara terbentuk

       Tahun 216, Cao Cao mengangkat diri sebagai Raja Wei. Setahun kemudian, Liu Bei menyerang Hanzhong yang saat itu dikuasai Cao Cao. Pengkhianatan dari dalam dan kampanye militer Sun Quan di wilayah tengah menyebabkan Cao Cao terpaksa harus mundur dari Hanzhong. Liu Bei juga mengangkat diri menjadi Raja Hanzhong pada tahun 219.

Tahun yang sama, Guan Yu memimpin pasukan menyerang Cao Cao, namun Lu Meng melakukan serangan dari belakang secara mendadak ke Jingzhou. Guan Yu berhasil ditangkap dan dibunuh oleh Lu Meng. Tahun 220, Cao Cao meninggal dunia dan digantikan oleh putranya Cao Pi. Cao Pi memaksa Kaisar Xiandi menyerahkan tahta kekaisaran lalu mendirikan Negara Wei dan bertahta dengan gelar Wendi. Setahun kemudian, Liu Bei yang mendukung kelanjutan Dinasti Han mengangkat diri sebagai kaisar dengan gelar Zhaoliedi.

Sun Quan menyatakan tunduk kepada Wei dan diangkat sebagai Raja Wu oleh Cao Pi. Tahun 221 juga, Liu Bei menyerang Sun Quan dengan tujuan membalaskan dendam Guan Yu, namun berhasil dipukul mundur oleh Lu Xun dan meninggal pada tahun 223. Liu Chan kemudian menggantikan sang ayah menjadi kaisar dengan gelar Xiaohuaidi. Sepeninggal Liu Bei, Sun Quan kembali bersekutu dengan Liu Chan untuk menahan pengaruh Cao Cao. Tiga negara resmi berdiri dan tidak akan ada satupun negara dapat menaklukkan negara lainnya selama kurun waktu 40 tahun.

Runtuhnya negara Shu Han

       Sepeninggal Liu Bei, negara Shu Han melakukan ekspansi wilayah ke timur laut Shu. tepatnya kota Chang An yang dipimpin oleh Cao Hong dan Sima Yi sebagai penasihatnya. Ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan diserang dari belakang saat pelaksanaan gerakan ofensif terhadap Wei di utara. Setelah wilayah di belakang ( maksudnya daerah di Nan Man, yang dikuasai suku bar-bar) berhasil ditenangkan, Shu Han melakukan 5 kali penyerangan ke utara di bawah pimpinan Zhuge Liang dalam kurun tahun 227 sampau 234, namun kesemuanya gagal.

Zhuge Liang meninggal pada peprangan di tanah Wu Zhang atau dikenal dengan peperangan Wu Zhang Plains, dimana Zhuge Liang sebenarnya menggunakan Ba Zhen Du sebagai ilmu sihir tingkat tingginya, namun oleh Wei Yan, perwira Shu Han digagalkannya. tahun 234 lalu digantikan oleh Jiang Wei yang meneruskan ekspedisi ke utara, namun tidak menghasilkan kemenangan yang mutlak. Liu Chan yang tidak cakap memimpin mempercayakan jalannya pemerintahan kepada menteri kesayangannya Huang Hao. Jiang Wei yang mengajukan mosi tidak percaya kepadanya, malah dituduh berkhianat kepada negara. Ini menyebabkan Wei kemudian berhasil mematahkan pertahanan Hanzhong dan menyerang sampai ke Chengdu, ibukota Shu Han. Liu Chan menyerahkan diri kepada Wei dan negara Shu Han resmi runtuh pada tahun 263.

Berdirinya Dinasti Jin
       Tahun 265, menteri negara Wei, Sima Yan merebut kekuasaan dari keluarga Cao dan mendirikan negara Jin, beribukota di Luoyang. Ia bertahta dengan gelar Kaisar Wudi. Jin kemudian merencanakan penaklukan negara Wu yang saat itu sedang kacau sepeninggal Sun Quan pada tahun 251. Tahun 279, penyerangan Wu dilancarkan dan Jin berhasil menaklukkan Wu tanpa perlawanan berarti karena moral prajurit yang rendah. Sebab utama kekalahan Wu adalah pemerintahan lalim dari kaisar Sun Hao.

Tahun 280, Cina dengan resmi dipersatukan di bawah Dinasti Jin yang kerap disebut sebagai Jin Barat oleh sejarahwan. Dinasti ini akan berkuasa sampai tahun 420 sebelum Cina kembali terpecah-pecah karena lemahnya kekaisaran dan serangan suku-suku barbar dari utara.

Sastra
       Zaman ini punya popularitas lebih di masyarakat luas karena Luo Guanzhong, seorang sastrawan Dinasti Ming menuliskannya sebagai latar belakang roman sejarah Kisah Tiga Negara.Selain itu, ada pula sastra sejarah resmi Catatan Sejarah Tiga Negara karya Chen Shou, seorang sejarahwan Dinasti Jin.

Populasi
       Populasi di zaman ini dapat dirujuk kepada catatan sejarah oleh Chen Shou yang memperkirakan sekitar 8.640.000 jiwa hidup di dalam wilayah ketiga negara. Di antaranya 4.400.000 jiwa tinggal di dalam wilayah Wei, Wu dan Shu masing-masing berpopulasi 2.300.000 dan 1.940.000. Wei pada dasarnya ditakdirkan untuk menjadi yang terkuat karena memiliki prasyarat yang lebih daripada kedua negara lainnya seperti penguasaan ibukota negara sebagai pusat kegiatan politik dan ekonomi.


*Pada kisah aslinya nama resmi adalah Zaman Tiga Negara, namun untuk mempercantik kisahnya, Luo Guanzhong, yang merupakan pengarang Kisah Tiga Kerajaan (Romance of the Three Kingdom) menambahkan beberapa kisah yang sebenarnya tidak pernah ada, dengan tujuan mempercantik membuat menarik isi karyanya, namun hanya 30% saja yang tidak real, 70% sisanya adalah kejadian nyata.. berikut kisahnya..
Kisah Tiga Negara (Hanzi: hanyu pinyin: sānguó yǎnyì, Bahasa Inggris: Romance of the Three Kingdoms) adalah sebuah roman berlatar-belakang sejarah dari zaman Dinasti Han dan Tiga Negara. Di kalangan Tionghoa di Indonesia, kisah ini dikenal dengan nama Samkok yang merupakan dialek Hokkian dari sanguo atau tiga negara.

Sering orang salah kaprah akan perbedaan Kisah Tiga Negara atau Kisah Tiga Kerajaan mengingat terjemahan bahasa Inggris dari roman ini adalah Romance of the Three Kingdoms, namun pada sebenarnya, yang tepat adalah Kisah Tiga Negara mengingat pada klimaks roman ini, ketiga pemimpin yang bertikai; Cao Cao, Liu Bei dan Sun Quan masing-masing telah memaklumatkan diri sebagai kaisar dan mengklaim legitimasi sebagai kekaisaran yang mewarisi Dinasti Han yang telah runtuh.

Roman ini ditulis oleh Luo Guanzhong , seorang sastrawan dinasti Ming yang mengambil referensi dari literatur sejarah resmi mengenai Zaman Tiga Negara di Tiongkok dimulai dari penghujung Dinasti Han, pecahnya Tiongkok ke dalam tiga negara dan kemudian dipersatukan kembali di bawah Dinasti Jin. Selain dari sejarah resmi, Luo juga mengambil referensi dari cerita rakyat turun temurun yang dituturkan secara lisan di masyarakat pada masa hidupnya.

Kisah Tiga Negara adalah salah satu karya sastra klasik yang paling populer di dalam sejarah Tiongkok. Luo menuliskan roman ini dalam 120 bab yang mempunyai alur cerita bersambung dengan referensi Catatan Sejarah Tiga Negara oleh Chen Shou dan sedikit imajinasinya sendiri. Ada sekitar lebih 400 tokoh sejarah yang diceritakan di dalam Kisah Tiga Negara yang dilukiskan dengan karakter berbeda. Cao Cao, Liu Bei dan Sun Quan sama sebagai karakter pemimpin namun berbeda dalam sifat dan pemikiran. Demikian pula penasehat Zhuge Liang, Xun You, Guo Jia dan Zhou Yu masing-masing berbeda pandangan dan wataknya. Setiap karakter mempunyai watak dan sifatnya sendiri yang berbeda satu sama lain. Penggambaran perbedaan watak karakter ini menjadikan roman ini diakui sebagai salah satu wakil dari puncak perkembangan sastra Tiongkok dalam sejarah. Kisah Tiga Negara ditulis dalam bahasa klasik .

Antara sastra fiksi dan fakta sejarah
       Kisah Tiga Negara ditulis dengan apik oleh Luo Guanzhong dengan komposisi sekitar 70% berdasarkan fakta sejarah dan sisanya murni fiksi karangan ia sendiri. Roman ini juga membawakan penggalan kisah yang sangat menarik yang sebenarnya diambil dari kejadian nyata di zaman-zaman lain yang tidak ada kaitannya dengan peristiwa di masa Tiga Negara.

Di antara beberapa plot peristiwa yang tidak sesuai dengan sejarah resmi adalah:
       Sumpah setia di taman persik: Di dalam sejarah resmi, tidak ada sumpah setia seperti di novel.
Senjata: Pedang Bulan Sabit, Tombak Ular sebenarnya adalah senjata yang baru ada di masa Dinasti Song.

Zhang Fei menghukum pejabat: Sebenarnya dilakukan oleh Liu Bei.

Tuesday, March 18, 2014

7 Game yang Menghina Islam!!!

           Astaghfirullah, berikut ini adalah beberapa game yang menghina Islam karena dianggap melecehkan tulisan arab yang bertuliskan ayat-ayat Al-Quran.

1.Devil May Cry 3

Satu permainan komputer yang digilai remaja negara ini dikhawatirkan bisa mempengaruhi akidah pemainnya karena ia mengandung elemen menghina Islam saat menampilkan kalimat Allah dan Ka'bah.
Pemain permainan itu didakyah kononnya mereka berjihad untuk melawan setan karena diinginkan mengalahkan makhluk itu untuk menembus 12 pintu sebelum 'penghulu setan' menanti mereka di pintu terakhir yaitu pintu Ka'bah.
Elemen penghinaan ke atas Islam jelas tertera saat kalimat Allah ditampilkan di setiap pintu yang dikontrol setan termasuk di pintu kaabah.
Difahamkan, permintaan tinggi terhadap permainan itu menyebabkan pihak produsen kini sudah mengeluarkan empat edisi untuk permainan tersebut sejak mulai memasarkannya pertengahan tahun lalu.Tokoh agama yang juga penceramah bebas, Hassan Mahmud Al-Hafiz menyebut permainan komputer itu satu penghinaan melampau kepada umat Islam karena kaabah adalah kiblat dan tempat suci, begitu juga dengan kalimat Allah yang tidak bisa dijadikan bahan permainan sesuka hati.
Satu adegan dalam game tersebut ditampilkan pintu kaabah sebagai pintu yang menghubungkan antara dunia setan dan dunia nyata dan yang membukakan pintu tersebut adalah karaker cgi yang telah menyerahkan diri pada kekuasaan ilmu hitam yang memang Islam melarang praktek itu.
Quote:
Ada Kalimat Allah pada 'Pintu' di dalam Permainan tersebut...
Quote:
Dibandingkan dengan Pintu Kaabah yang sebenarnya. Sama kan?

2. Clive Barker Undying

Permainan ini mengisahkan tentang pertandingan dengan setan. Ternyata menggambarkan dalam istana yang diduduki syaitan itu terdapatnama-nama Allah di dinding istana tersebut. Ini seolah-olah menggambarkan bahwa siapa yang menyembah Allah itu adalah sekutu setan ..
Berita tentang permainan ini dirampas:
Permainan Undying dirampas karena hina Islam
PERANGKAT LUNAK permainan komputer Clive Barker, Undying telah dirampas dalam operasi di sebuah mall di Karangasem baru-baru ini karena menampilkan beberapa kata terpercaya dikutip dari al-Quran. Asisten Direktur Penelitian dan Pengembangan, Departemen Agama Islam Selangor (JAIS), Abdul Malek Ramli, mengatakan pihaknya menyita 50 keping CD dari tiga tempat di mall itu, hasil informasi publik. Permainan itu mengisahkan karakter utama, Clive Baker mengunjungi istana yang penuh ukiran artistik bercorak Islam termasuk ayat Al-Quran, yang dikuasai hantu dan setan.
Pemain permainan itu, melalui karakter Clive Baker harus membunuh semua hantu dan setan untuk mendapatkan sejenis tangkal untuk membangkitkan pemilik istana. Dalam laporan emedia / Berita yang disiarkan baru-baru ini Abdul Malek mengatakan, perangkat lunak CD terpercaya bajakan yang dijual dengan harga RM10 itu, menggambarkan seolah-olah Islam berkompromi dengan setan.
Jika terbeli, beliau berkata, orang tua beragama Islam dianjurkan mengembalikan CD itu ke JAIS karena dapat menpengaruhi anak, selain melanggar hukum.
Menurut Bagian 10 Enakmen Jenayah Syariah Selangor 1995, setiap orang Islam yang memiliki, menyimpan atau menjual bahan menghina Islam bisa dipenjara maksimal lima tahun atau denda RM5, 000 atau kedua-duanya, jika sabit kesalahan. Hukuman untuk orang bukan Islam yang terbukti menyimpan, menjual atau memiliki bahan itu, akan dirujuk ke Departemen Dalam Negeri.
Abdul Malek mengatakan, JAIS juga menerima klaim masyarakat mengatakan, kata Allah dalam abjad jawi, timbul setiap kali Clive membunuh setan tertentu. "Dhani masih melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang perangkat lunak itu dan mungkin diperlukan tapi serbuan terhadap tempat lain akan dilakukan secepatnya," katanya.

3. Zack And Wiki
Pada menit ke 0:20 dan 0:44 detik dalam video trailer game ini, Anda bisa mendengar penghuni pulau sedang berdoa dengan suara panggilan Muslim untuk berdoa, "Allahu Akbar", dan kemudian meniru cara doa. Aneh dan agak mengerikan, saya sangat berharap semboyan itu bersifat sementara sebelum diganti ke suara lain. Namun, mengapa game tersebut dapat tempat pertama di sana?Tindakan yang dilakukan:
The Council of American-Islamic Relations (CAIR) memiliki mengumumkan Capcom memiliki removed what CAIR calls a "common Islamic phrase" from Zack & Wiki: Quest for Barbaros 'Treasure on the Wii. The phrase 's removal comes following complaints from CAIR dan lainnya.
The phrase in question is "Allahu akbar" ("God is most Great"), an Arab phrase frequently used in prayer. The phrase came to CAIR dan beberapa complainants 'attention after it muncul di sebuah promotional video for the game.
A Capcom representative told CAIR, "We have already contacted the team working on the game, and the phrase ini telah dihapus dari game dan tidak akan mendengar di future videos released to the public."
"We appreciated Capcom s willingness to address Muslim concerns about the use of a religious phrase in an inappropriate context and applaud the company 's swift response.

4. Prince Of Persia


Prince Of Persia Pedang pada karakter tu ada tulisan Kaligrafi Arabic Alphabatic yang diatasnya ditulis,
"Sebarkanlah ajaranku walau satu ayat pun"
(Sabda Rasulullah SAW)
"Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar" (Al-Ahzab: 71)
Jika kita main game ini berarti kita juga mendukung apa yang mereka mencoba sampaikan dan mereka lakukan; jadi semoga dapat disampaikan kepada saudara-saudara kita di luar sana.

5.Stronghold Crusader

Permainan Perang Salib. Pemain memain karakter sebagai Crusader dan melawan musuhnya yaitu adalah orang Arab, dan ketika perang Salib, orang Arab selalu orang Islam.

6. Guitar Hero 3 Legends Of Rock

Tidak cukup dengan karakter dan film pendek Fitnah yang menghina kesucian Islam. Datang pula game komputer yang menghina kalimat Allah SWT. Kali ini game Guitar Hero 3 telah menghina kalimat Allah SWT. Guitar Hero 3 adalah permainan komputer yang memainkan lagu-lagu rock klasik.
Lihatlah bagaimana tampilan kalimat Allah ini telah dijadikan tampilan lantai dan kemudian diinjak-injak oleh makhluk yang berupa "setan" memainkan gitar. Sungguh biadap game ini. Game ini dikembangkan oleh perusahaan Neversoft dan dikeluarkan oleh Activision dan RedOctane. Neversoft adalah sebuah perusahaan pembangunan video game yang berbasis di Amerika Serikat. Dimiliki oleh Joel Jewett (berasal dari Montana, Amerika) bersama dengan Chris Ward dan Mick West. Chris dan Mick keduanya berasal dari Yorkshire, England.

Jika kita tidak teliti, kita tidak akan perasan tampilan kalimat Allah SWT ini. Pada siapa yang melihat permainan komputer ini silahkan uninstall game ini. Sungguh halus permainan kaum Yahudi dan Nasara untuk menyesatkan orang Islam. Waspadalah kita sebelum membeli setiap permainan komputer.
AZRINIZAM IBRAHIM
Presiden Gabungan Pemimpin Mahasiswa Malaysia
Ada 2 kemungkinan di sini.
a)Penghinaan Senyap
Memang sengaja menyisipkan unsur penghinaan.
b) Zodiak Virgo
Jika zodiak Virgo diterbalikkan 180 derajat, maka jadilah seperti bentuk dalam gambar tadi.
Zodiak Virgo:
Zodiak Virgo diterbalikkan 180 darjah:
Adakah simbol di dalam video game ini hanyalah zodiak Virgo yang terbalik atau memang sengaja menghina Islam?

7. Resident Evil 4

Nih ada lagi 1 game yang menghina Islam iaitu Resident Evil 4. Resident Evil 4 merupakan game berdasarkan bahayanya biologi iaitu virus dan zombie. Ringkasnya, misi game ini adalah untuk menyelamatkan anak presiden Amerika yang diculik oleh kumpulan yang bernama "Los Illuminados".
Los Illuminados bermaksud “The Illuminated!”
Memang melampau lah dorang ni!!!. Game ini juga dirilis oleh Capcom sama dengan Devil May Cry. XLAWS pun tak taw la apa orang Jepang ni tak puas hati dengan orang Islam. Macam dah takde benda lain nak letak.
Kepada korang yang telah membaca post ni harap sebarkan pada keluarga, teman dan orang Muslim yang lain secepat mungkin!.
Kesimpulannya, semua orang Islam diharamkan main games yang memiliki unsur menghina agama-agama di dunia. Orang Islam haram main games yang ada unsur menghina agama Islam, hina agama Kristen, hina agama Yahudi, hina agama Buddha, hina agama Hindu, dan lain-lain paham dan kepercayaan yang bersifat keagamaan.
Kalau kita main juga, berarti kita telah menghina agama-agama tersebut dan bersekongkol dengan penghina agama itu. Itu juga berarti kita telah melanggar perintah Nabi Muhammad SAW.
Nabi kita Muhammad SAW melarang umatnya dari menghina agama Islam dan semua agama yang ada di muka bumi ini. Orang Islam dilarang dan diharamkan dari menghina agama lain.




Sumber  :
http://sasbombas.blogspot.com/2013/01/7-game-yang-menghina-islam.html